Pengguna Strategi Quantitative Trading 

0
396

Dalam bertrading saham, Hary memilih menggunakan metode Quantitative Trading. Quantitative Trading ini merupakan pengembangan dari analisa teknikal, yang berusaha menambal kelemahan analisa teknikal. Jadi, dapat dikatakan analisa kuantitatif adalah analisa teknikal yang lebih modern. Sedangkan untuk bertrading forex, Hary menggunakan strategi momentum untuk swing trading.

Quantitative Trading yang digunakan oleh Hary Suwanda terinspirasi dari idolanya yang ahli Matematika dan sekaligus investor asal Amerika, James Harris Simons, atau yang lebih dikenal sebagai Jim Simons. The Quant adalah julukan Jim Simons berkat kejeniusannya dalam bidang Matematika Kuantum.

Keahliannya itu membuat ia dan tim-nya yang seluruhnya merupakan ahli matematika, tanpa ahli ekonomi sama sekali, sukses mendobrak Wall Street dan memperoleh keuntungan besar. Meski demikian, cara trading Hary tidak sama dengan Simons, karena strategi trading Simons lebih tertutup.

Cut Loss, Tantangan Terberat Dalam Trading

Cut Loss merupakan tantangan yang diakui Hary sebagai momen terberat dalam trading. Cut loss adalah menjual saham pada harga yang lebih rendah daripada harga belinya. Intinya, Cut Loss adalah tindakan untuk mencegah agar trader yang sudah rugi, agar tidak mengalami kerugian yang lebih banyak lagi.

Walaupun akan selalu ada risiko dalam trading, yang salah satunya adalah cut loss tersebut, Hary mengatakan, bahwa kunci dari semuanya adalah kelihaian dalam manajemen risiko. Kebanyakan trader mengalami kerugian besar adalah karena ketidakmampuan mereka dalam menangani risiko. Oleh karena itu, teknik atau strategi sebaik apapun, jika tidak dibarengi dengan manajemen risiko yang baik, maka hasilnya juga tidak akan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here